Hidup dan mati oleh lidah

Tounge
Ada pepatah lama, “diam itu emas”.Bukan berarti lebih baik selalu diam, tetapi hendaklah berhati-hatilah dalam bebicara. Lebih baik diam, jika berbicara akan menimbulkan pertengkaran atau perselishan. Lebih baik diam jika tidak menguasai atau mengetahui persoalan sebenarnya. Lebih baik diam daripada menyesatkan orang lain.
Memang lidah tak bertulang. Dengan lidah kita menyembah dan menaikan doa-doa kepada Tuhan, tetapi dengan lidah juga kita memaki dan bersungut-sungut. Dengan lidah yang sama kita memuji namun dengan lidah yang sama kita menghina.
Lidah harus disertai oleh kebijaksanaan. Dengan kebijaksanaan kita menimbang hal mana yang harus terucap dan hal mana yang tidak perlu terucap. Dengan kebijaksanaan lidah mendatangkan ucapan-ucapan yang melegakan dan meneguhkan orang lain. Lidah harus didahului oleh proses berpikir. Lidah yang cepat mengeluarkan kata-kata dapat mendatangkan petaka.
Lidah sebaiknya dilatih untuk mengemukakan perkataan-perkataan yang baik. Perkataan yang mendukung, perkataan yang positif. Perkataan yang baik hanya keluar dari hati dan pikiran yang baik. Dua faktor yang berhubungan langsung dengan lidah yaitu pikiran dan hati. Benahi pikiran, benahi hati.
Semua hal yang ada pada manusia harus dilatih. Untuk mempunyai pikiran yang arif dan bijaksana, orang harus berlatih menimbang. Untuk bisa menimbang dengan baik orang harus mempunyai pengetahuan yang luas. Untuk memiliki pengetahuan yang luas orang harus banyak belajar. Semua itu merupakan latihan wajib bagi manusia. Agar memiliki hati yang lemah lembut orang harus berlatih untuk memperhatikan sesama. Sifat lemah lembut dan penuh perhatian tidak datang dengan sendirinya. Sifat-sifat tersebut seharusnya dilatih sejak kecil. Namun tidak pernah ada kata terlambat, diusia berapa pun kita selalu dapat belajar “mengurusi” hati.
Kesimpulannya lidah bagi orang yang berpengertian mendatangkan kebaikan bagi banyak orang. Tetapi lidah yang tidak beperpengertian mendatangkan celaka tidak hanya bagi dirinya sendiri tetapi juga bagi orang lain.
Saya lupa, saya mengutip kalimat berikut darimana, tetapi saya sangat menyukainya. “Jika tidak ada kata-kata yang baik untuk diucapkan lebih baik tidak berucap sama sekali”. Salam!
![Validate my RSS feed [Valid RSS]](http://myhut.org/blog/valid-rss.png)
