Puisi Untuk Istri Tercinta

Baru kemaren kita bertemu
Matahari baru melintas satu kali rasanya
Hei, Lihat! kerut wajah kita di cermin.

Sejauh ini biduk telah kita kayuh
Sebentar merapat, sebentar kemudian berlayar lagi
Diriak gelombang kita bercermin, disemilirnya angin kita berpelukan
Awas! samudra mengamuk, aku dihaluan kau awasi buritan
Sebentar kemudian kita nyenyak dan terlelap

Cinta ini masih seperti dulu
Walaupun harus dibagi dengan anak-anak kita
Dari kejauhan aku selalu mengingatmu
Dan membawamu dalam setiap angan-anganku
Di sela-sela asaku kuselipkan doaku
Agar kita segera bersama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>